“Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Ibnu Majah & Abu Dawud)                 Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya. ( Ali bin Abi Thalib )

Tuesday, January 23, 2018

OKRA

Postingan ini mungkin berbeda dari biasanya, namun saya coba pastikan kalau ini memiliki hubungan dengan tema blog ini (Info QHSE). Artikel ini sebagai informasi tentang penunjang kesehatan, apalagi untuk yang memiliki aktifitas padat.
Ceritanya, di pertengahan januari 2018 saya ditugaskan di Jember tepatnya dipabrik edamame. Singkatnya, dipabrik edamame ini saya disuguhi makanan yang menurut saya sangat tidak familiar (belum pernah makan soalnya).

Sayur Okra tepatnya, ada 2 jenis penyajian saat itu yang disuguhkan. Sajian pertama berupa sayuran okra yang sudah dimasak dan yang kedua dalam bentuk jus/yang sudah diblender. Secara rasa memang agak aneh ya, bisa dibilang agak anyir lah seperti halnya sayuran pada umumnya. Okra ini berlendir dan katanya orang-orang jepang sangat menyukainya.

Dari pengalaman ini saya coba beri informasi tentang apa itu okra dan manfaatnya.
Okra merupakan salah satu jenis tanaman berbunga abadi yang termasuk tanaman genus hibiscus dari keluarga Malvaceae (kapas-kapasan). Tanaman penghasil serat ini banyak dibudidayakan di daerah yang memiliki iklim tropis dan hangat
Tanaman ini berasal dari benua Afrika. Saat ini okra telah banyak dikenal disejumlah negara seperti Jepang, Srilanka, Philiphina, Saudi Arabia, bahkan hingga kenegara-negara dibenua Amerika dan Eropa. Akan tetapi, di Indonesia, tanaman ini kurang begitu dikenal oleh masyarakatnya.
Kandungan Gizi dalam okra
Okra merupakan sejenis tanaman sayuran yang banyak mengandung serat dan glutation Selain itu dalam biji tanaman ini juga mengandung minyak hingga 40%. Dimana dalam minyak tersebut sangat kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat.
ItemNilai gizi% RDA
Energi1.5%31 kcal
Karbohidrat7.03 g5.4%
Protein2.0 g4%
Lemak0.1 g0.5%
Kolesterol0 mg0%
Serat3.2 g9%
Folat88 µg22%
Niacin1.000 mg6%
Asam Pantotenat0.245 mg5%
Pyridoxin0.215 mg16.4%
Riboflavin0.060 mg4.5%
Thiamin0.200 mg17%
Vitamin A375 IU12.5%
Vitamin C21.1 mg36%
Vitamin E0.35 mg2.5%
Vitamin K53 µg44%
Sodium8 mg0.5%
Potasium303 mg6%
Kalsium81 mg8%
Tembaga0.094 mg10%
Besi0.80 mg10%
Magnesium57 mg14%
Mangaan0.990 mg43%
Fosfor63 mg9%
Selenium0.7 µg1%
Seng0.60 mg5.5%
Karoten-β225 µg—
Crypto-xanthinn-β0 µg—
Lutein zeaxanthin516 µ—

Manfaat Okra :
1. Membantu menurunkan berat badan
Okra (bamia) adalah salah satu jenis sayuran yang sangat rendah kalori. Dalam setiap 100 gram okra hanya mengandung 30 kalori. Selain itu, tanaman ini juga tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Meskipun demikian, okra merupakan sumber makanan yang kaya serat, mineral, dan vitamin. Okra sering direkomendasikan oleh ahli gizi sebagai sumber makanan untuk membantu mengontrol kolesterol dan program penurunan berat badan.
2. Dapat membantu mencegah sembelit
Okra merupakan jenis polong yang kaya akan zat lendir. Hal ini berguna untuk membantu dalam peristaltik kelancaran makanan yang dicerna melalui usus sehingga dapat membantu meredakan atau mencegah kondisi sembelit.
3. Membantu melindungi paru-paru
Okra merupakan tanaman sayur yang banyak menngandung nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya adalah manfaat senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan seperti beta-karoten, xanthin dan lutein yang dapat membantu melindungi paru-paru.
4. Menjaga kesehatan mata dan kulit
Tanaman okra dipercaya banyak memiliki kandungan manfaat vitamin A yang sangat baik untuk membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan untuk menjaga selaput lendir yang berkontribusi dalam menjaga kulit agar tetap sehat.
5. Mencegah kanker rongga mulut
Antioksidan yang terkandung dalam okra atau bamia merupakan salah satu senyawa yang dapat membantu mencegah kanker rongga mulut.
6. Resiko catat pada janin
Tanaman okra segar merupakan penghasil atau sumber folat yang baik. Dari 100 gram okra segar terdapat kandungan sekitar 22% RDA. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan folat terutama bagi wanita hamil, dapat membantu menurunkan resiko cacat pada tabung saraf janin dalam kandungan.
7. Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh
Mengkonsumsi okra dapat membantu tubuh untuk mengembangkan sistem kekebalan terhadap infeksi, mengurangi batuk dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya berbahaya. Hal ini dikarenakan dalam sebuah okra terdapat 36% kandungan manfaat vitamin C dari rekomendasi harian untuk tubuh.
Selain itu, manfaat zat besi dalam okra juga dapat membantu mengatur molekul hemoglobin. Sel-sel darah merah bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paru-paru ke ke seluruh tubuh. Zat besi juga berperan dalam proses metabolisme energi, termasuk sintesis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan tubuh.
8. Memperkuat tulang dan gigi
Selain beberapa jenis kandungan nutrisi di atas, dalam okra segar juga banyak mengandung vitamin K  yang merupakan co-faktor untuk enzim pembekuan darah dan diperlukan untuk memperkuat tulang. Selain itu, okra juga sebagai penghasil manfaat kalsium yang baik bagi kesehatan tulang dan gigi.
9. Menjaga keseimbangan tubuh
Okra juga kaya akan manfaat vitamin B kompleks seperti niacin, vitamin B-6 (pyridoxine), thiamin dan asam pantotenat. Seperti kita ketahui bahwa vitamin B kompleks sangat diperlukan hampir dalam semua fungsi tubuh manusia.
Kinerja vitamin B kompleks saling berkaitan erat satu sama lain. Kekurangan salah satu dari jenis vitamin B kompleks bisa mengakibatkan ketidakseimbangan dalam tubuh seperti kekurangan energi, sistem saraf yang kurang sehat, pencernakan yang buruk, serta kadar kolesterol yang tidak sehat. Untuk itu, pastikanlah untuk mencukupkan vitamin B komplek dalam setiap diet.
10. Membantu metabolisme energi
Kandungan mangaan dan magnesium yang berperan sebagai co-faktor berbagai jenis enzim dalam tubuh. Magensium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, sedang mangaan berfungsi dalam sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang, serta mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas. Kedua senyawa ini sangat penting dalam proses pengontrolan metabolisme energi dalam tubuh.
11. Menurunkan kolesterol
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology menemukan bahwa ekstrak okra dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
12. Membantu proses pencernaan
Okra merupakan sumber serat yang baik yang dapat membantu meringankan pencernaan, meningkatkan kadar gula darah.
13. mengurangi resiko penyakit jantung
Kandungan serat dan manfaat antioksidan seperti katekin, epicatehin, procyanidin, quercetin, dan rutin pada ora dipercaya mampu menurunkan resiko penyakit jantung.
Sumber : 
https://www.google.co.id/amp/s/manfaat.co.id/14-manfaat-okra-untuk-kesehatan/amp










Monday, November 6, 2017

Resiko dan Peluang Pada ISO 9001:2015


Banyak orang yang bertanya kenapa Standart ISO 9001 itu direvisi dan apa saja hal-hal baru yang muncul di revisi terbaru.
Sekedar informasi bahwa ISO 9001 telah direvisi sebanyak 4 kali (Revisi terakhir 2015) mulai dari ISO 9001 pertama kali terbit di tahun 1987.
Gambar 1. Histori Revisi ISO 9001 

Pada setiap tahun revisi titik pasti terdapat perubahan pada titik fokus implementasinya dan hal ini disebabkan karena beberapa faktor, antara lain :
1. Trend terbaru
2. Kompatibilitas dengan Sistem Manajemen yang lain
3. Up-to-date dengan dinamika bisnis dunia

Dari beberapa faktor diatas, kalau akan kita tuliskan dalam artikel ini mungkin akan terlalu lebar, panjang dan luas sehingga akan tidak tepat pada sasaran. Oleh karena itu, materi ini akan dikerucutkan pada faktor Trend terkini.
Trend yang sedang berkembang saat ini adalah permasalahan safety dan hampir di seluruh dunia sangat berfokus pada safety, baik itu pada aktfitas kerja, makanan, informasi dsb.
Pengendalian safety dimulai dengan identifikasi bahaya yang mencakup resiko-resiko yang mungkin akan terjadi sehinggan berdampak buruk. Hal ini menjadi pertimbangan dalam implementasi sistem manajemen mutu, secara logika mungkin sebaiknya kita mampu menghindari trouble sebelum terkena trouble atau sebisa mungkin kita menghindari kerugian sebelum mengalami kerugian. Pertimbangan semacam itu yang kemudian memunculkan suatu gagasan untuk mengatasi resiko dan memperoleh peluang untuk efektifitas sistem manajemen mutu.
Coba kita lihat di ISO 9001:2008, persyaratan yang ada didalamnya terdapat tindakan korektif dan preventif sehingga organisasi akan menunggu terjadinya problem kemudian menyelesaikannya dan menetapkan tindakan pencegahan. Biaya untuk menetapkan tindakan pencegahan juga tidak sedikit apabila ditambah lagi setelah adanya tindakan korektif yang belum lagi problem itu akan melebar dan hal ini sangat tidak relevan terhadap dinamika bisnis. Dengan adanya persyaratan terkait tindakan untuk mengatasi resiko dan peluang, organisasi diharapkan mampu untuk meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian baik proses atau produk/jasa yang mengakibatkan kerugian. 

Apa itu Resiko ?
Resiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

Apa itu Manajemen Resiko ?
Manajemen Resiko adalah Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. (Wikipedia).

Standart ISO 9001 versi 2015 telah mensyaratkan setiap organisasi yang mengimplementasikannya untuk menetapkan resiko dan peluang terhadap hal - hal yang berpengaruh pada proses bisnisnya.

Proses Menetapkan Tindakan Untuk Mengatasi Resiko dan Peluang
ISO 9001:2015 secara eksplisit memang tindak menjelaskan secara terperinci mengenai metode ataupun tahap-tahap dalam menetapkan tindakan untuk mengatasi Resiko dan Peluang. Perlu kita ketahui bahwa metode untuk mengatasi resiko dan peluang atau dalam artian Manajemen Resiko sangat banyak dan beragam.
para ahli telah menetapkan beberapa metode yang mampu menidentifikasi resiko hingga menetapkan pengendalian atau mitigasinya secara kuantitatif dan terukur.
Berikut contoh beberapan metode :

  • Metode dasar manajemen risiko (flowcharts, check sheets, dll.)
  • Failure Mode Effects Analysis (FMEA)
  • Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA)
  • Fault Tree Analysis (FTA)
  • Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)
  • Hazard Operability Analysis (HAZOP)
  • Preliminary Hazard Analysis (PHA)
  • Penyaringan dan pemberian skala (pemeringkatan) risiko
  • Perangkat statistik pendukung

dari contoh metode-metode yang telah dikembangkan para ahli seperti diatas, secara umum rule model yang diterapkan untuk mengidentifikasi resiko adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Model Identifikasi Resiko (ISO 31000:2009)

Langkah - langkah  resiko
1. Menetapkan Konteks Organisasi
Dengan menetapkan konteksnya, organisasi mampu menidentifikasi tujuannya dengan mendefinisikan issue inetrnal dan issue eksternal di organisasi. Saat menetapkan konteks untuk proses manajemen risiko, organisasi perlu mempertimbangkan secara lebih rinci dan terutama bagaimana kaitannya dengan lingkup risiko pada proses manajemen.

2. Penilaian Resiko
Resiko dapat dikendalikan secara efektif apabila terdapat Penilaian Resiko. Mengacu pada gambar 2 penilaian risiko terdiri dari 
  • Identifikasi Resiko 
  • Analisis Resiko 
  • Evaluasi risiko 

3. Pengendalian Resiko
Setelah dilakukan Penilaian Resiko, kita akan mengetahui seberapa besar peluang terjadinya, seberapa besar dampaknya dan pada ujungnya adalah bagaimana pengendaliannya. Pengendalian risiko meliputi pengambilan suatu keputusan dimana kita harus menetukan untuk mengurangi dan/ atau menerima risiko. Target dari pengendalian risiko adalah untuk meminimalisir risiko tersebut sampai batas yang dapat diterima. Dalam pengambilan keputusan, terdapat hal - hal yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil.Sangat dimungkinkan menggunakan proses yang berbeda, termasuk analisis keuntungan-biaya, untuk memahami tingkat yang optimal terhadap pengendalian risiko.

4. Evaluasi Resiko
Evaluasi resiko diperlukan untuk mengetahui relevansi resiko-resiko yang telah ditetapkan. Pada saat proses Manajemen Risiko telah dimulai, proses tersebut hendaklah dilanjutkan untuk digunakan dalam kejadian yang mungkin memberi dampak pada keputusan Manajemen Risiko Mutu awal, baik kejadian tersebut direncanakan (misal, hasil pengkajian produk, inspeksi, audit, pengendalian perubahan) maupun yang tidak direncanakan (misal, akar penyebab masalah dari investigasi penyimpangan, penarikan kembali produk jadi).
Frekuensi evaluasi hendaklah didasarkan pada tingkat risiko.
Evaluasi risiko dapat termasuk mempertimbangkan kembali keputusan penerimaan risiko.





Featured Post

ADA AKSES GRATIS SNI DI MASA PANDEMI COVID-19

Popular Posts