“Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Ibnu Majah & Abu Dawud)                 Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya. ( Ali bin Abi Thalib )

Sunday, July 15, 2018

6 LANGKAH IDENTIFIKASI ASPEK DAN DAMPAK LINGKUNGAN (ISO 14001:2015)

Salam QHSE !!


Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menguraikan materi tentang Aspek dan Dampak Lingkungan. Berkaitan dengan ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), aspek lingkungan merupakan salah satu persyaratan yang ada didalam klausul 6 (Planning).

Sebagai bagian dari perencanaan, aktivitas identifikasi dan evaluasi aspek lingkungan merupakan dasar dari sistem manajemen lingkungan sehingga ketersediaan informasi terdokumentasi dan pemahamannya merupakan satu kaeharusan. Hasil dari identifikasi aspek/dampak lingkungan merupakan dasar organisasi untuk membuat program-program manajemen lingkungan yang relevan. Aspek lingkungan yang signifikan dapat menghasilkan risiko dan peluang yang terkait dengan dampak lingkungan yang merugikan (ancaman) atau dampak lingkungan yang menguntungkan (peluang).

Untuk lebih jelasnya berikut definisi aspek dan dampak lingkungan menurut ISO 14001:2015, diantaranya :

  • Aspek Lingkungan adalah elemen dari aktifitas organisasi atau produk atau jasa yang berinteraksi atau dapat berinteraksi dengan lingkungan.
  • Dampak Lingkungan adalah perubahan lingkungan, apakah merugikan atau menguntungkan, seluruhnya atau sebagian yang dihasilkan dari aspek lingkungan organisasi

Sebagai contoh, penggunaan mesin pendingin (AC, Kulkas, Freezer, dsb) didalam kantor yang memiliki aspek (dapat berinteraksi dengan lingkungan ) seperti penggunaan freon atau potensi kebocoran freon. Dampak yang dapat timbul dari aspek tersebut adalah penurunan sumber daya alam atau penipisan lapisan ozon

Contoh lain, Aktifitas dalam pengoperasian IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) yang memiliki aspek lingkungan seperti penambahan bahan kimia, ceceran bahan kimia, pembuangan limbah cair hasil treatment ke aliran sungai, dsb. Dampak yang bisa ditimbulkan dari aktivitas tersebut digolongkan sebagai aspek lingkungan yang menimbulkan dampak pencemaran air. Terlihat juga di sini bahwa beberapa aspek dapat menyebabkan satu atau beberapa jenis dampak lingkungan, baik pencemaran udara atau pencemaran air.

Secara umum kita bisa lakukan identifikasi aspek dan dampak lingkungan melalui 6 langkah berikut :

Langkah ke 1

Melakukan identifikasi aspek lingkungan yang terkait dengan seluruh aktivitas kita, dengan mempertimbangkan :

  • Kondisi (Normal, Abnormal & Emergency) 
  • Frekuensi Kegiatan (secara berkala atau tidak )
  • Pengembangan ( apabila ada aktivitas baru, pengembangan proses, modifikasi produk, dsb)

Langkah ke 2

Mempertimbangkan kriteria yang telah ditetapkan dalam mengidentifikasi aspek lingkungan seperti dibawah ini:

  • Emisi ke Udara.
  • Buangan ke air.
  • Limbah
  • Kontaminasi ke tanah.
  • Penggunaan raw material dan sumber daya alam.
  • Isu lingkungan dan masyarakat

Langkah ke 3

Evaluasi aspek lingkungan yang penting dilakukan dengan cara melakukan metode pembobotan yang harus mempertimbangkan, dan tidak terbatas pada:

  • Peraturan lingkungan.
  • Tingkat kepatuhan.
  • Dampak terhadap manusia.
  • Dampak terhadap property.
  • Keluhan masyarakat.
  • Sebaran dampak.
  • Probability/kemungkinan terjadi.

Langkah ke 4

Jika menemukan aspek yang penting, maka harus membuat daftar aspek lingkungan penting. Kita harus melaporkan daftar aspek lingkungan penting yang mana akan menjadi keputusan penting dalam menentukan objective dan target.

Langkah ke 5

Bersama dengan Management harus memutuskan aspek lingkungan penting mana yang akan dikendalikan oleh petunjuk kerja dan pengendalian operasional lainnya termasuk alokasi ke program lingkungan. Untuk memastikan aspek lingkungan penting dikendalikan oleh petunjuk kerja, kita harus memonitor aspek penting yang telah ada tersebut.

Langkah ke 6

Jika dikendalikan dengan program, kita harus mengumpulkan progress report dan hasil monitoringnya kepada MR secara berkala. Apabila terdapat ketidaksesuaian terhadap sasaran dan program yang sudah ditetapkan maka kita harus mengeluarkan Laporan Ketidaksesuaian termasuk investigasinya. Setiap adanya perubahan proses atau penambahan atau adanya project yang direncanakan sehubungan dengan ruang lingkup perusahaan maka identifikasi haruslah dilakukan atau disesuaikan.

Untuk bisa lebih memahami, tersedia Prosedur dan Form Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan di Download Informasi Umum No. (2) dan (3)

atau melalui Link Dibawah ini :


Saturday, June 30, 2018

Life Cycle Prespective Di Dalam ISO 14001:2015

Life Cycle Prespective - ISO 14001:2015 telah melakukan beberapa perubahan dari versi yang sebelumnya. Salah satu perbedanaan ISO 14001:2015 dengan versi yang sebelumnya adalah terdapat istilah Life Cycle Prespective (LCP).
Istilah Siklus Hidup (life cycle) pada ISO 14001:2004 hanya disebutkan sebanyak 1 kali saja, itupun pada lampiran. Namun pada ISO 14001:2015 (versi terbaru), istilah life cycle disebutkan sebanyak 18 kali, dan 7 diantaranya berbicara mengenai Perspektif.

Dengan adanya perspektif ini, diharapkan dampak terhadap lingkungan akibat perubahan-perubahan yang tidak disengaja di tempat lain dapat dicegah.

Apa pengertian Life Cycle Prespective (LCP) ?
Standar ISO 14001: 2015 menyatakan bahwa organisasi harus mengontrol terkait bagaimana layanan atau produknya dirancang, dibuat, dikonsumsi, didistribusikan, dan dibuang sedemikian rupa sehingga dampak lingkungan tidak diabaikan, atau secara tidak sengaja dipindahkan ke tempat lain dalam siklus hidup produk apa pun.


Manfaat mengelola Life Cycle Prespective (LCP) ?
  1. Dengan adanya persyaratan LCP ini, suatu organisasi diminta untuk tidak hanya berfikir dampak lingkungan yang berada di lingkar operasional saja. Melainkan lebih luas lagi bahkan sampai bagaimana pembuangan akhirnya.
  2. Dengan adanya persyaratan "Life Cycle Prespective (LCP)" ini, organisasi diberikan tanggung jawab utama untuk memastikan bahwa semua langkah yang wajar diambil untuk mencegah produk tersebut memiliki dampak merusak pada lingkungan pada tahap pembuangan.

Langkah - langkah penerapan Life Cycle Prespective (LCP)
Kita ambil contoh perusahaan yang memproduksi barang-barang elektronik modern, baik televisi, telepon seluler, atau komputer - barang-barang yang digunakan di hampir setiap rumah dan tempat kerja. Apa yang akan menjadi pertimbangan "Life Cycle Prespective (LCP)/Perspektif Siklus Hidup" ini bagi organisasi semacam itu? Mari pertimbangkan langkah demi langkah ini:

Desain dan pengembangan: 
Selama tahapan ini organisasi harus memeriksa banyak hal secara lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan persyaratan ini. Terkait dengan sumber komponen, apakah komponen mengandung SVHC (Substances of Very High Concern)? Jika demikian, ini perlu dikelola untuk memastikan bahwa mereka mematuhi undang-undang yang berlaku. Organisasi juga harus mempertimbangkan dampak dari penggunaan komponen yang masuk ke produk, daur ulang dari produk itu sendiri, dan semua bagian terkait lainnya, seperti kemasan. Bisakah menggunakan kemasan daur ulang? Dapatkah kemasan didaur ulang setelah pengiriman produk?

Pasca-manufaktur: 
Pelanggan telah membeli produk dan membawanya pulang. Sudahkah organisasi memberikan informasi yang sesuai dengan produk untuk memastikan bahwa kemasan akan didaur ulang? Sudahkah Anda memberikan informasi dalam panduan pengguna untuk memastikan produk tersebut dapat digunakan dengan cara sesuai sehingga bisa menghemat daya? Sudahkah organisasi memberikan opsi untuk memungkinkan produk untuk ditingkatkan? Ini dapat meningkatkan siklus hidup suatu produk, dan juga menghadirkan peluang bisnis bagi organisasi.

End of Life : 
Apakah organisasi menyediakan panduan produk dan situs web yang memberikan kesempatan bagi pengguna akhir untuk memahami cara terbaik untuk mendaur ulang produk di akhir masa pemakaian? Ini mungkin secara lokal, atau organisasi dapat menjalankan program "pengembalian untuk pembuangan", tergantung pada banyak faktor, seperti lokasi, jenis dan berat produk, dan sebagainya. 




Popular Posts