“Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Ibnu Majah & Abu Dawud)                 Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya. ( Ali bin Abi Thalib )

Friday, March 2, 2018

10 Point yang harus diketahui dalam Safety Talk


Bravo QHSE !

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas apa itu Safety Talk / Safety Morning Talk / Toolbox Meeting dan sejauh mana pentingnya penerapan Safety Talk. 

Safety Talk merupakan pertemuan yang dilakukan antara supervisor dengan para pekerja atau karyawan secara rutin (Periodik) dengan agenda membicarakan hal - hal mengenai K3 (misalnya, tentang isu - isu terkini, regulasi - regulasi, prosedur kerja, alat pelindung diri, potensi bahaya, dll).



ISO 45001 sebagai standart manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah memberikan persyaratan komunikasi, partisipasi dan konsultasi sebagai wadah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja.Safety talk merupakan program K3 berupa media komunikasi, partisipasi dan konsultasi yang wajib disusun oleh setiap perusahaan yang menerapkan sistem manajemen K3 tersebut.


Safety Talk sangat penting dilakukan organisasi sebagai upaya untuk melindungi pekerja dari cidera dan meminimalisasi bahkan menghindari kecelakaan kerja sehingga dapat mencegah/menghindari kerugian fatal pada peralatan kerja dan pekerja itu sendiri.

10 Poin Penting yang Harus Diketahui Tentang Safety Talk
Agar pelaksanaan safety talk di organisasi berjalan efektif, ada baiknya setiap supervisor memahami 10 poin penting mengenai safety talk di bawah ini:

1. Seberapa sering melakukan Safety Talk 

Safety Talk lebih baiknya dilakukan secara berkala, dalam artian memiliki periode waktu/jadwal yang telah ditentukan.  program safety talk seperti ini akan membuat pekerja menjadi terbiasa dan menjadikan pertemuan ini sebagai bagian dari rutinitas kerja.

2. Seberapa lama waktu melakukan Safety Talk? 

"Keep It Short & Simple (KISS)" adalah moto yang harus dipegang. Sampaikan pesan keselamatan dengan ringkas, padat, dan jelas. Durasi pelaksanaan safety talk idealnya berlangsung antara 5-15 menit. Sebagian besar supervisor melaksanakannya dalam waktu 10 menit.

3. Dimana lokasi yang tepat melaksanakan safety talk?
Pilihlah tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan. Mungkin Anda tidak ingin para pekerja sulit berkonsentrasi dan melewatkan pesan keselamatan yang Anda sampaikan karena lokasi yang bising, lokasi terlalu panas atau dingin. Jadi, pastikan di tempat yang Anda pilih, semua pekerja yang hadir dapat mengikuti pertemuan dengan efektif.

4. Kapan waktu terbaik melaksanakan safety talk?
Pilihlah waktu yang tidak mengganggu aktivitas kerja dan dimana pikiran serta konsentrasi pekerja masih segar dan fokus. Pagi hari sebelum memulai pekerjaan adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan safety talk.
5. Dimana lokasi yang tepat melaksanakan safety talk?
Pilihlah tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan. Mungkin Anda tidak ingin para pekerja sulit berkonsentrasi dan melewatkan pesan keselamatan yang Anda sampaikan karena lokasi yang bising, lokasi terlalu panas atau dingin. Jadi, pastikan di tempat yang Anda pilih, semua pekerja yang hadir dapat mengikuti pertemuan dengan efektif.

6. Materi atau topik keselamatan apa yang sebaiknya dibahas?

Sebaiknya Anda memilih topik yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Dalam menentukan topik safety talk, Anda dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut ini: Potensi bahaya apa yang terkait pekerjaan yang akan dilakukan, Kecelakaan kerja atau near misses apa yang sering atau pernah terjadi terkait pekerjaan yang akan dilakukan, Pedoman kerja yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan, Alat pelindung diri apa yang harus digunakan terkait pekerjaan yang akan dilakukan. Isu atau informasi terbaru mengenai K3 atau berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan topik safety talk. Misalnya, ada regulasi terbaru mengenai bekerja di ketinggian, jika hal itu berhubungan dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan, Anda bisa menjadikan topik tersebut sebagai materi safety talk.

7. Berapa topik atau materi pembahasan yang sebaiknya disampaikan ? 

Topik pembahasan safety talk harus spesifik. Penyajian materi yang terlalu banyak hanya akan membuat suasana pertemuan jadi membosankan. Misalnya, Anda ingin membahas mengenai bahaya di tempat kerja, mungkin Anda bisa menentukan bahaya yang lebih spesifik seperti terjatuh atau bahaya terkena jatuhan benda dari atas dan cara pengendaliannya. Disarankan jumlahnya 1 - 3 materi atau topik yang akan disampaikan. 

8. Apakah boleh menggunakan alat bantu visual dalam penyampaian materi ? 

Tentu saja boleh. Alat bantu visual dalam sebuah presentasi bisa menjadi sarana yang ampuh dan efektif untuk meningkatkan dampak atau pengaruh terhadap audiensi (pekerja). Penggunaan kata dan visual yang sesuai bisa menguatkan pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi. Untuk safety talk, Anda dapat menggunakan alat bantu visual berupa gambar, grafik, video, atau peralatan pendukung yang berhubungan dengan topik safety talk

9. Apakah supervisor harus mengajak para pekerja terlibat dalam diskusi ? 

Ya, Anda harus mengajak para pekerja untuk lebih aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan dalam safety talk. Anda bisa meminta pendapat mereka mengenai topik yang dibahas. Selalu respons setiap pertanyaan yang diajukan oleh pekerja. Ini penting, bagaimanapun keaktifan pekerja dalam safety talk dapat mencerminkan kepedulian mereka mengenai penerapan K3 di tempat kerjanya.

10. Haruskah supervisor mendokumentasikan pelaksanaan dan kehadiran pekerja ? 

Ya, setiap pekerja yang menghadiri pertemuan harus menandatangani formulir safety talk yang telah disediakan. Anda sebagai supervisor juga harus membuat MOM (Minutes of Meeting) dari topik yang didiskusikan, termasuk keluhan, permasalahan, dan saran dari audiensi, serta pastikan Anda menindaklanjutinya. Follow up pertanyaan yang tidak bisa dijawab saat safety talk. Pastikan safety talk terdokumentasikan dengan baik, seperti foto pelaksanaan dan absensi pekerja yang hadir. Dokumentasi pelaksanaan safety talk dapat digunakan sebagai bukti bahwa pekerja telah mendapatkan informasi keselamatan secara spesifik, juga sebagai pedoman memberikan pelatihan kepada pekerja.

Download Template Safety Talk Form : https://goo.gl/bqt7ZH
Donwload Materi/Topik Safety Talk (ConocoPhilips) : https://goo.gl/5A9pTr

No comments:

Post a Comment

Popular Posts