“Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Ibnu Majah & Abu Dawud)                 Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya. ( Ali bin Abi Thalib )

Saturday, June 30, 2018

Life Cycle Prespective Di Dalam ISO 14001:2015

Life Cycle Prespective - ISO 14001:2015 telah melakukan beberapa perubahan dari versi yang sebelumnya. Salah satu perbedanaan ISO 14001:2015 dengan versi yang sebelumnya adalah terdapat istilah Life Cycle Prespective (LCP).
Istilah Siklus Hidup (life cycle) pada ISO 14001:2004 hanya disebutkan sebanyak 1 kali saja, itupun pada lampiran. Namun pada ISO 14001:2015 (versi terbaru), istilah life cycle disebutkan sebanyak 18 kali, dan 7 diantaranya berbicara mengenai Perspektif.

Dengan adanya perspektif ini, diharapkan dampak terhadap lingkungan akibat perubahan-perubahan yang tidak disengaja di tempat lain dapat dicegah.

Apa pengertian Life Cycle Prespective (LCP) ?
Standar ISO 14001: 2015 menyatakan bahwa organisasi harus mengontrol terkait bagaimana layanan atau produknya dirancang, dibuat, dikonsumsi, didistribusikan, dan dibuang sedemikian rupa sehingga dampak lingkungan tidak diabaikan, atau secara tidak sengaja dipindahkan ke tempat lain dalam siklus hidup produk apa pun.


Manfaat mengelola Life Cycle Prespective (LCP) ?
  1. Dengan adanya persyaratan LCP ini, suatu organisasi diminta untuk tidak hanya berfikir dampak lingkungan yang berada di lingkar operasional saja. Melainkan lebih luas lagi bahkan sampai bagaimana pembuangan akhirnya.
  2. Dengan adanya persyaratan "Life Cycle Prespective (LCP)" ini, organisasi diberikan tanggung jawab utama untuk memastikan bahwa semua langkah yang wajar diambil untuk mencegah produk tersebut memiliki dampak merusak pada lingkungan pada tahap pembuangan.

Langkah - langkah penerapan Life Cycle Prespective (LCP)
Kita ambil contoh perusahaan yang memproduksi barang-barang elektronik modern, baik televisi, telepon seluler, atau komputer - barang-barang yang digunakan di hampir setiap rumah dan tempat kerja. Apa yang akan menjadi pertimbangan "Life Cycle Prespective (LCP)/Perspektif Siklus Hidup" ini bagi organisasi semacam itu? Mari pertimbangkan langkah demi langkah ini:

Desain dan pengembangan: 
Selama tahapan ini organisasi harus memeriksa banyak hal secara lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan persyaratan ini. Terkait dengan sumber komponen, apakah komponen mengandung SVHC (Substances of Very High Concern)? Jika demikian, ini perlu dikelola untuk memastikan bahwa mereka mematuhi undang-undang yang berlaku. Organisasi juga harus mempertimbangkan dampak dari penggunaan komponen yang masuk ke produk, daur ulang dari produk itu sendiri, dan semua bagian terkait lainnya, seperti kemasan. Bisakah menggunakan kemasan daur ulang? Dapatkah kemasan didaur ulang setelah pengiriman produk?

Pasca-manufaktur: 
Pelanggan telah membeli produk dan membawanya pulang. Sudahkah organisasi memberikan informasi yang sesuai dengan produk untuk memastikan bahwa kemasan akan didaur ulang? Sudahkah Anda memberikan informasi dalam panduan pengguna untuk memastikan produk tersebut dapat digunakan dengan cara sesuai sehingga bisa menghemat daya? Sudahkah organisasi memberikan opsi untuk memungkinkan produk untuk ditingkatkan? Ini dapat meningkatkan siklus hidup suatu produk, dan juga menghadirkan peluang bisnis bagi organisasi.

End of Life : 
Apakah organisasi menyediakan panduan produk dan situs web yang memberikan kesempatan bagi pengguna akhir untuk memahami cara terbaik untuk mendaur ulang produk di akhir masa pemakaian? Ini mungkin secara lokal, atau organisasi dapat menjalankan program "pengembalian untuk pembuangan", tergantung pada banyak faktor, seperti lokasi, jenis dan berat produk, dan sebagainya. 




No comments:

Post a Comment

Popular Posts