“Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Ibnu Majah & Abu Dawud)                 Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya. ( Ali bin Abi Thalib )

Thursday, June 7, 2018

10 Langkah Membuat Tabel Resiko dan Peluang ISO 9001:2015

Salam Bahagia untuk para pembaca,

Pada kesempatan kali ini,saya sangat bersyukur bisa membagi waktu untuk bisa mengisi konten blog ini yang diharapkan bisa membantu teman - teman semua untuk saling membagi ilmu. Tulisan blog ini sebenarnya merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya  (Resiko dan Peluang pada ISO 9001:2015), hanya saja disini akan lebih dibahas secara teknis mengenai implementasinya di organisasi/perusahaan.

Untuk bisa lebih memahami, saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu tulisan sebelumnya dengan judul Resiko dan Peluang pada ISO 9001:2015 dan bisa download standart yang sudah saya sediakan di postingan sebelumnya juga dengan judul Downlad Standart ISO 9001:2015. Untuk menetapkan tindakan resiko dan peluang, ISO memberikan refrensi khusus yang bisa dijadikan standart/panduan dalam implementasinya. ISO 31000 tentang Risk Management adalah rujukan yang dapat dipakai untuk mendukung efektifitas tindakan untuk mengatasi resiko dan peluang organisasi.


Berikut ini 10 Langkah dalam membuat tabel resiko dan peluang ISO 9001:2015.

1. Lokasi/Area
Organisasi perlu menetapkan area/lokasi dimana akan dilakukan identifikasi resiko dan peluang. Hal ini bisa mengacu pada tiap-tiap Divisi/Departemen dalam Instansi/Perusahaan maupun Area Organisasi secara general.
misalnya : Area Purchasing, Warehouse, Sekertariat, Front Office, dll.

2. Kegiatan/Proses
Setelah menetapkan Area/Lokasi, tentukan kegiatan/proses yang memiliki resiko dan peluang yang dapat mempengaruhi proses bisnis organisasi.
misalnya : Proses Pembelian Barang, Proses Penyimpanan Material, Proses Pelayanan Masyarakat, dll.

3. Pihak yang berkepentingan
Mampu mengidentifikasi pihak yang berkepentingan sangat efektif untuk menentukan besar atau kecilnya resiko dari suatu proses atau kegiatan.
misalnya : Petugas diproses selanjutnya (Petugas Gudang), Masyarakat, Konsumen, Stakeholder, Top Manajemen, dll.

4. Harapan dan Kebutuhan Pihak yang berkepentingan
Selain mengidentifikasi pihak-pihak yang berkepentingan, organisasi perlu menetapkan harapan dan kebutuhannya. Hal ini penting diketahui agar organisasi dapat menetapkan pengendalian terhadap resiko/peluang dengan lebih relevan dan tepat sasaran.
misalnya : Customer (Mensyaratkan Manajemen Keamanan Pangan), Top Manajemen (Meningkatnya Omset Perusahaan), dll.

5. Internal atau Eksternal Issue
Issue merupakan sesuatu hal yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan masalah bagi organisasi. Keterkaitan issue internal atau eksternal ini sangat mempengaruhi pengendalian resiko dan peluang bagi organisasi. 
misalnya : Issue Internal (Budaya 5R dalam Bekerja, keterbatasan SDM, Pengalaman organisasi dalam pekerjaan terntentu), Issue Eksternal (Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, Suasana lingkungan yang tidak kondusif, Trend digital dalam bisnis meningkat)

6. Resiko atau Peluang
Identifikasi resiko atau peluang yang timbul dari kegiatan/proses yang pengaruhi pihak berkepentingan dan issu internal/eksternal.
misalnya : Ketidaktepatan dalam pembuatan rencana produksi, keterlambatan material, dll.

7. Penilaian Resiko dan Tingkat Resiko
Untuk dapat menilai suatu resiko diperlukan adanya kriteria-kriteria yang harus ditetapkan organisasi. Kriteria meliputi peluang terjadinya dan dampak yang dihasilkan apabila terjadi resiko/peluang tersebut. Hasil Penilaian resiko dengan mempertimbangkan krtieria-kriteria yang ditetapkan akan menetukan tinkat resiko tersebut.

8. Penanggung Jawab
Sebagai bentuk pengendalian, menentukan penanggung jawab terhadap resiko/peluang merupakan hal yang perlu ditetapkan.

9. Sasaran 
Penetapan sasaran ini berguna untuk mengendalikan resiko/peluang di organisasi. Dengan adanya sasaran, organisasi akan lebih terfokus dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan dalam pengenaliannya.
Untuk lebih efektif, penetapan sasaran ini bisa diberlakukan hanya untuk resiko yang memiliki level Medium atau High Risk dan yang Low Risk hanya perlu monitoring.

10. Status Tindakan
Sebagai bukti monitoring pengenalian resiko, organisasi perlu untuk menetukan status tindakan dari pengendalian yang ditetapkan.

Tabel Resiko dan Peluang dapat didownload di blog ini
Klik Download Informasi (No. 1)

1 comment:

Popular Posts